SEMUA BEBAS BICARA di FGD POLDA JAMBI

Ketika komunikasi tersumbat alias the botlenecking antara masyarakat
dengan institusi pemerintahan, maka yang akan terjadi adalah aksi-aksi
yang berpotensi rusaknya kondisi kondusif. Ini harus dipecahkan.
Masyarakat harus diberi ruang untuk bebas berbicara, mengemukakan
berbagai beban yang dirasa selama ini. Dan, memecah berbagai
persoalan.

Atas dasar pemikiran itu, saya merencanakan focus group discussion
(FGD) di polda jambi tahun 2012 ini. FGD diharap bisa menjadi wadah bagi
masyarakat untuk bersuara. Intinya, semua bebas bicara di dalam forum
FGD. Supaya puas, FGD tahun ini ditargetkan sebanyak 1.848: di
10 Polres masing 160 dan 168 di Polda, dengan pelaksanaan tersebar di wilayah jajaran
Polda Jambi. Setiap minggu ada saja diskusi-diskusi penting. Berbagai
persoalan dibahas, berbagai solusi dicari bersama, dan, berbagai keluh
kesah selama ini yang mengganjal di dada dikeluarkan.
Di Jambi, rata-rata persoalan yang dibahas oleh masyarakat dalam FGD
adalah konflik lahan. Selain itu, tema diskusi disesuaikan isu
terhangat yang mencuat di masyarakat. Misalnya rencana kenaikan harga
BBM beberapa waktu lalu.
Tim bimmas polisi bergerak mengadakan berbagai diskusi tentang
minyak. Narasumber yang dihadirkan dari institusi berwenang. Sehingga,
diskusi menjadi terarah dan menghasilkan ide-ide yang positif.
Ya, FGD memiliki beberapa tujuan. Antara lain, menemukan solusi,
alternatif solusi dan melahirkan ide solusi. Semua hasil diskusi
nantinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Minimal bisa menambah
wawasan bagi peserta diskusi.
Tujuan lain FGD, yakni sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat
dengan pemerintah atau polisi, dan masyarakat dengan masyarakat. Efek
akhirnya, persoalan yang mengkristal dimasyarakat bisa dipecahkan
secara bersama-sama.
Forum diskusi ini juga berfungsi ganda. Proses pembelajaran,
sosialisasi terhadap permasalahan yang muncul, dan sebagai proses adu
argumentasi. Jika ini berjalan, dipastikan seluruh peserta diskusi
yang hadir akan membawa banyak ilmu sepulang dari FGD, karena
narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang berkompeten di bidang
masing-masing sesuai pokok diskusi. Peserta juga akan lega setelah
berhasil mengeluarkan unek-unek yang menjadi beban di dada selama ini.
Betapa indahnya…
Dalam FGD, polisi berperan sebagai fasilitator dengan narasumber
ditunjuk langsung oleh panitia dari polda jambi. Diskusi berlangsung
mengalir dan terarah. Peserta dibebaskan bicara. Semua berhak
bersuara. Semua berhak bertanya. Semua, berhak memberi usulan-usulan
ide pemecahan akan masalah yang ada. Dan, semua tentunya akan plong.
Selain itu, anggaran pelaksanaan FGD dilaksanakan secara transparan.
Narasumber diberi honor, panitia diberi biaya akomodasi, peserta
diberi snack, dan fasilitas diskusi diupayakan minim anggaran, kalau
perlu gratis. Gratis, karena FGD selama ini dilaksanakan di
gedung-gedung milik pemerintah. Toh, diskusi ini sangat penting dan
bermanfaat bagi pemerintah daerah.
Soal transparansi anggaran, saya sangat serius! Bahkan, saya pernah
mengadakan bedah anggaran Polda Jambi tahun 2012 di hadapan berbagai
pihak terkait, seperti anggota polisi, BPKP, anggota dewan, LSM dan
mahasiswa. FGD, termasuk yang dibedah anggarannya pada waktu itu. Ini
artinya, seluruh program ini terang benderang bagi polisi dan
masyarakat. Semua bisa mengawasi.
Tiap kali FGD dilaksanakan, minimal ada 5 personil polisi dari Binmas
yang terlibat sebagai perencana, pelaksana dan pembuat laporan
pertanggungjawaban. Hasil diskusi dicatat dan dilaporkan sebagai
dokumentasi berharga bagi semua. Sementara evaluasi, dilaksanakan
setiap tiga bulan sekali.
FGD telah berjalan sejak Januari hingga kini. Hasilnya memang belum
diketahui pasti, karena harus ada penelitian untuk mengetahuinya.
Tapi, animo masyarakat sangat tinggi dengan adanya FGD yang menjadi
ICON Polda Jambi 2012 ini. Mereka memberi dukungan, ingin dilaksanakan
terus, dan ingin terlibat langsung. Masyarakat seperti mendapat ruang
untuk bicara dengan bebas. FGD, adalah solusi bagi mereka. Mendapat
reaksi semacam ini, saya terharu, senang, dan berharap tugas polisi
sebagai pengayom masyarakat benar-benar bisa terwujud.
Diskusi ini sangat penting. Saking pentingnya, tiap kali diskusi,
saya berusaha untuk hadir langsung. Baik sebagai narasumber atau
sebatas peserta. Ya, ini sangat bermanfaat. Dengan adanya diskusi
menghadirkan narasumber berkompeten, kita jadi tahu detail kendala
akan persoalan yang ada. Misalnya pada kasus konflik lahan, saya
sekarang jadi tahu bahwa pemerintah daerah tak punya kekuatan.
Kuncinya ada di pemerintah pusat.
Berapa keraspun masyarakat mengadukan persoalan konflik lahan
khususnya terkait izin pemanfaatan lahan hutan, baik itu dalam bentuk
surat maupun demonstrasi, toh, pemda tak bisa berbuat apa-apa. Karena
izin itu dikeluarkan pemerintah pusat lewat institusi terkait. Semisal
Kementerian Kehutanan. Pemda paling hanya bisa menjadi jembatan bagi
masyarakat ke pemerintah pusat. Setelah itu, Pemda hanya bisa menunggu
keputusan seperti juga masyarakat.
Kalau saja izin semacam itu dikeluarkan oleh pemda, saya yakin, sudah
tentu konflik-konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan akan
cepat tuntas. Tidak berlarut-larut. Polisi pun bisa menjadi jembatan
penyelesaian masalah tersebut biar cepat selesai dan terhindar dari
aksi-aksi anarkis.
Jika ada yang bertanya, kenapa polisi selalu ada tiap konflik
masyarakat dengan perusahaan, saya akan jawab bahwa itu memang sudah
tugas polisi. Wajar jika polisi mengamankan perusahaan ketika ada aksi
unjuk rasa, karena polisi, tak ingin ada aksi anarkis yang bisa
merugikan masyarakat maupun pihak lain. Tolonglah, jangan buruk sangka
dengan menyebut polisi berpihak pada perusahaan, itu salah besar. Kami
sudah tentu berpihak pada masyarakat karena memang itu tugas utama
kami sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.
Ini hanya contoh kecil hasil pelaksanaan FGD. Masih banyak dampak
lainnya yang akan membawa dampak langsung terhadap masyarakat. Karena,
ketika FGD dilaksanakan, polisi akan keringatan, sedang masyarakat
menikmati hasilnya. Sebagai pelayan, jika masyarakat puas, kami pun
puas.
Satu lagi, ada pula yang menanyakan apa keuntungan FGD bagi polisi?
Saya akan jawab begini. Selama ini, polisi menerima residu dari
masalah-masalah sosial di masyarakat dalam bentuk demo dan bentrok
antar pihak. Ini terjadi karena masyarakat tidak menemukan ruang
khusus untuk mengemukakan unek-unek yang dirasakan. Komunikasi macet.
Masyarakat jadi mencari cara-cara lain sebagai bentuk penyampaian
aspirasinya. Tapi dengan adanya FGD, masyarakat jadi lebih terarah dan
tenang. Hasil akhir, situasi dan kondisi di Jambi akan kondusif.
Inilah pentingnya FGD bagi kami. Makanya FGD pantas dijadikan ICON
bagi Polda Jambi di tahun 2012 ini.
Bagi masyarakat, baik individu, LSM maupun mahasiswa, lewat tulisan
ini saya undang menyampaikan usulan tema FGD. Usulan tema bisa
disampaikan ke bagian Binmas Polsek, Polres atau Polda. Bisa juga
ajukan langsung ke Kapolsek, Kapolres maupun kepada saya. Ini artinya,
tema diskusi tidak hanya datang dari polisi, tapi juga datang dari
masyarakat. Ayo kita diskusi. Mari bicara dengan bebas tentang segala
hal yang bermasalah, supaya dada kita lapang tak terbeban lagi.
Dan melalui diskusi ini kita diminta jujur menyampaikan pendapat.
Seperti lirik lagunya Ebiet G Ade yang berjudul “Untuk Kita
Renungkan”:
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam bathin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat
Hoho hoho…

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s