AKUNTABILITAS PENERIMAAN BRIGADIR DI JAMBI

Sudah cukup lama polisi memiliki citra kurang sedap di pemikiran masyarakat umum. Banyak paradigma buruk yang melekat di masyarakat tentang kinerja polisi. Mulai dari rekrutmen sampai pelaksanaan tugas, apa-apa yang dilakukan menjadi salah di mata masyarakat karena paradigma itu sudah terlanjur tertanam. Kita patut prihatin. Dan, kita sudah sepatutnya membuat langkah-langkah bijak untuk segera mengurangi, bahkan, kalau bisa menghapus pandangan buruk terhadap kepolisian negara Republik Indonesia yang tercinta ini.
Maka, setelah merenung, berpikir dan diskusi ke sana-sini, timbullah ide untuk melaksanakan seleksi polisi pada penerimaan brigadir polisi TA 2012 secara BETAH secara murni dan konsekwen . Ya, Panda Polda Jambi harus menerapkan konsep bersih, transparan, akuntabel dan humanis. B-E-T-A-H. Roh seleksi polisi kali ini, roh yang digariskan oleh pimpinan polri , mengusung cita-cita Polri yang ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat akan tugas mulia polisi. Intinya, ketika pada tahap awal polisi diterima lewat jalur bersih, transparan, akutantabel dan humanis, diharap begitu lulus sekolah nanti, dia bisa bertugas sebagai polisi yang profesional, bermoral dan modern. Dengan fungsi sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat serta penegak hukum.
Inilah yang saya sampaikan kepada seluruh anggota polda jambi . Sukurlah, semua semangat, semua mendukung, dan semua melaksanakan dengan ketekunan yang patut diberi apresiasi tertinggi. Atas selesainya tes penerimaan calon brigadir tahun ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya panitia dan pengawas external . Hati ini rasanya senang , apalagi melihat animo masyarakat yang tinggi akan langkah-langkah BETAH yang kita usung.
Sebagai gambaran, tahun ini banyak casis brigadir yang berasal dari keluarga sederhana. Mulai dari orang tuanya tak bepekerjaan, buruh tani sampai guru SD. Beberapa ada juga dari pedagang, swasta, PNS, Polri dan pegawai kantoran. Setidaknya, ini membuktikan bahwa penerimaan kali ini telah menyentuh berbagai kalangan masyarakat. Cara-cara kotor seperti titip menitip, sogok menyogok, relatif tidak ada pada penerimaan tahun ini. Mereka lulus karena berjuang, mereka berjuang karena peluang, mereka jadi polisi karena keinginan terdalam dari lubuk hatinya untuk mengabdi kepada masyarakat, ini mengharukan bukan? Setidaknya, langkah awal memiliki polisi yang bisa jadi aset negara, telah kita lakukan. Ya, sekali lagi terima kasih kepada seluruh panitia yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Penghargaan tertinggi saya berikan kepada kalian semua. Semoga tahun depan bisa berlangsung seperti ini lagi, begitupun bertahun-tahun ke depan.

Koordinasi, Konsolidasi dan Gerak Cepat

Begitu mendapat surat telegram Kapolri nomor ST/109/I/2012 tertanggal 20 Januari 2012 tentang pemberitahuan penerimaan brigadir polisi TA 2012, kami mulai bergerak. Segala administrasi dibuat, calon-calon panitia direkrut, konsep-konsep dirancang dan dibahas, detail pelaksanaan disusun, lalu, sosialisasi yang gencar dilakukan.
Setelah persiapan kelar, kami mengadakan sarasehan bekerjasama dengan media elektronik lokal Jambi, media cetak, dengan menghadirkan pembicara dari SSDM Polri, Ketua DPRD Provinsi Jambi dan Ketua LSM PSHK ODA Jambi. Tema sarasehan, masuk polisi tidak dipungut biaya. Isinya tentang polisi BETAH. Acara ini berlangsung hikmad dan panas. Peserta dari pelajar SMA, kepala-kepala sekolah, MUI, kepala dinas pendidikan provinsi Jambi, semua menyimak dan ikut terlibat jalannya acara dengan antusias. Kami senang dan kami bersemangat.
Usai itu, panitia daerah Polda Jambi dibentuk. Skep nomor Kep/19/2012 tertanggal 21 Januari 2012 tentang pembentukan dan penunjukkan Panda penerimaan brigadir polisi TA 2012 dikeluarkan. Pengukuhan panitia dilaksanakan. Pengambilan sumpah dilakukan. Tiga pengawas ikut diambil sumpah: dua dari polda, seorang dari eksternal Polda Jambi. Sosialisasi demi sosialisasi kian gencar dilaksanakan. Kami semangat, kami satu misi, kami ingin Polri benar-benar BETAH di mata masyarakat.
Kampanye penerimaan disiarkan pada 21 sampai 28 Januari 2012. Kampanye ini melibatkan Polresta, polres-polres dan polsek-polsek serta tak ketinggalan media elektronik, media cetak, maupun spanduk-spanduk di tempat keramaian. Pendaftaran lewat website http://www.penerimaan.polri.co.id. Hasil penjaringan awal tercatat animo pendaftar online sebanyak 1.018 orang, 936 pria dan 82 pria. Pendaftar yang melaksanakan verifikasi 835 orang, 772 pria dan 63 wanita. Pemeriksaan Adm tingkat Pabanrim 756 orang, 709 pria dan 47 wanita.
Setelah itu, panitia memeriksa dan meneliti administrasi awal. Tahap ini juga dilakukan secara transparan, di depan peserta dan hasilnya langsung diumumkan beserta alasan kekurangan dalam administrai maupun tinggi dan berat badan peserta. Berikutnya, pengawas mengkroscek data-data yang diberi panitia, lalu menyesuaikannya dengan temuan-temuan di lapangan. Setelah semua clear, barulah hasil tes adm dicetak.
Tahapan selanjutnya pemeriksaan kesehatan badan tahap I. Ini dimulai pada 31 Januari sampai 7 Februari 2012 di SPN Jambi Pondok Meja Muarojambi. Sistemnya sama, transparan. Panitia berkoordinasi dengan pengawas, baru diumumkan secara terbuka kepada peserta. Nah, bagi peserta yang tidak lulus, diberi jalur komplain lewat pengawas internal dan eksternal, lalu pengawas mengkroscek data panitia.
Tes psikologi digelar pada 9 sampai 10 Februari 2012 di SPN Jambi. Detail tes ini lebih banyak. Dimulai dari naskah. Naskah uji psikologi yang diterima panitia pusat diacak dan dipilih secara terbuka oleh peserta maupun orang tua peserta, serta pengawas internal-eksternal polda. Password soal ujian psikologi didapat setelah perwakilan peserta menghubungi panitia pusat, ini mengatasi kebocoran soal yang dikhawatirkan banyak orang. Setelah dapat, perwakilan orang tua peserta memilih salah satu soal yang akan diujikan. Usai itu, barulah soal terpilih digandakan di salah satu percetakan disaksikan orang tua peserta, pengawas internal maupun eksternal Panda. Bebitu usai dicetak, naskah soal dimasukkan ke dalam kotak disaksikan pengawas, propam lalu disimpan ke ruang Bid Propam Polda Jambi.
Tes psikologi dilaksanakan di SPN Jambi, dipimpin langsung ketua tim. Pelaksanaan tes secara terbuka diawasi pengawas eksternal dan internal. Tes selesai, koreksi hasil ujian menggunakan komputer disaksikan seluruh peserta dan pengawas. Langkah berikutnya, seperti tahapan sebelumnya, hasil dicroscek pengawas, lalu diumumkan pada saat itu juga di depan seluruh peserta. Peserta disarankan mencatat nilai yang diperoleh pada tiap tahapan, sebagai dokumen pribadi peserta pada tahapan penentuan akhir nanti. Sangat transparan kan?
Masuk ke uji akademik. Tes ini dilaksanakan pada 11 sampai 12 Februari 2012 di SPN Jambi. Materi ujian, pengetahuan umum bobot 35 persen, Bahasa Inggris 35 persen dan Bahasa Indonesia 30 persen. Teknisnya sama dengan tes psikologi. Naskah disusun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, setelah jadi beberapa pilihan, diacak, dipilih, lalu digandakan. Kemudian disimpan dalam kotak sampai ujian dilaksanakan. Pelaksanaan dilakukan di gedung Sultan Thaha SPN Jambi dipimpin Dir Bimmas selaku ketua tim akademik. Usai tes, koreksi disaksikan seluruh peserta dan pengawas. Penghitungan lewat score dengan bobot, lalu diranking langsung pada saat itu di depan peserta. Pengumuman diperlihatkan menggunakan layar infokus di hadapan peserta.
Pada 13 sampai 15 Februari 2012, pemeriksaan kesehatan badan tahap II dilaksanakan di RS Bhayangkara Polda Jambi dan RS Siloam Hospital Jambi. Tes ini dilakukan langsung oleh perwakilan IDI Jambi diawasi pengawas internal-eksternal. Yang diperiksa, kejiwaan dan rekam jantung oleh dokter spesialis. Hasil pemeriksaan discoring, dipaparkan lalu diumumkan kepada seluruh peserta disaksikan pengawas-pengawas penerimaan.
Tahap berikut, uji kesamaptaan jasmani. Tes ini dilaksanakan pada 17 sampai 19 Februari 2012 dalam 3 rangkaian kegiatan, renang dilaksanakan di kolam renang Hotel Tepian Ratu Jammbi, kesamaptaan jasmani di lapangan Mapolda Jambi dan antropometri di aula Polresta Jambi. Ketentuan yang berlaku, jika peserta mendapat nilai di bawah 41 otomatis gugur. Sebelum pelaksanaan ujian, peserta diberi pengarahan secara detail disaksikan pengawas, lalu, pengawas bertugas mengawasi seluruh tes jasmani dari awal sampai akhir. Kemudian penguji menilai, discoring, disetujui pengawas mengacu keputusan Kapolri nomor Kep 1698/XII/2012 tertanggal 28 Desember 2012, selanjutnya diumumkan kepada seluruh peserta. Hasil tes ditandatangani oleh seluruh peserta, biar lebih akuntabel dan tak ada kekecewaan terselubung di belakang hari. Dengan tandatangan dari peserta, berarti peserta menyetujui hasil penilaian penguji, jika tidak setuju, bisa mengajukan komplain ke pengawas untuk ditindaklanjuti.
Mendekati penetapan akhir, ada beberapa tahap lagi dilakukan panda. Pertama, pemeriksaan dan penelitian administrasi akhir. Tahapan ini digelar pada 21 sampai 22 Februari 2012. Ijazah peserta, kartu tanda penduduk dan kartu keluarga dicek dan ricek ke instansi yang mengeluarkannya. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi serta Biro Pemerintahan Provinsi Jambi dilibatkan. Tahap kedua pendalaman PMK calon brigadir Polri TA 2012 di SPN Jambi pada 23 Februari 2012. Ini melibatkan pengawas internal dan eksternal dalam bentuk kegiatan, penelitian diri masing-masing peserta dibantu Polres setempat. Tim ini mencari apakah calon brigadir yang ikut seleksi terlibat tindak pidana atau tidak.
Setelah data-data terkumpul, lalu didalami di SPN Jambi dengan metode pengisian lembar mental kebriadian peserta. Ini dilakukan untuk mengetahui ideologi, minat dan kepribadian masing-masing peserta. Kabid Propam selaku ketua tim penelusuran mental kepribadian menganalisa jawaban peserta, mencocokkannya dengan laporan Polres-polres terhadap peserta, lalu mengumumkannya secara terbuka kepada seluruh peserta.
Begitu seluruh rangkaian tes yang melelahkan dan menggairahkan itu tuntas, tibalah pada saat-saat yang ditunggu, Sidang Penetapan Kelulusan Akhir Casis Brigadir Polisi TA 2012. Tahap akhir ini akan saya jelaskan dengan perasaan haru, bergairah dan bahagia.
Sidang ini dilaksanakan pada 24 Februari 2012 di Balai Siginjai Mapolda Jambi. Sidang yang saya pimpin selaku Ketua Panda Penerimaan calon brigadir Polisi TA 2012 Polda Jambi ini, dihadiri Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta. Orang tua seluruh peserta yang lulus penjaringan akhir diundang. Peserta dihadirkan. Tim penguji dan pengawas tak ketinggalan. Dengan dada berdebar-debar, sidang penting yang terbuka ini dimulai. Dasar sidang skep Kapolri nomor skep/445/X/2008 tentang naskah sementara pedoman penerimaan calon brigadir polisi dan TR Kapolri nomor ST/352/II/2012 tentang penentuan bobot nilai akhir penerimaan brigadir polri TA 2012.
Sidang dibuka oleh saya, dilanjutkan penghitungan nilai dari masing-masing item kegiatan. Sebelum dihitung, kotak penyimpanan hasil ujian dibuka oleh pengawas internal dari bidpropam, lalu nilai itu ditampilkan di layar infokus sambil peserta mengkroscek nilai di infokus dengan nilai yang telah dicatat masing-masing peserta selama tes berlangsung. Setelah cocok –nilai diumumkan dengan nilai di tangan peserta-, kemudian dihitung menggunakan program khusus yang dirancang mitra kita dari Stikom DB Jambi. Hasilnya, muncullah nama-nama peserta lengkap dengan nilai dan rankingnya.
Pada tahap ini, peran saya hanya membacakan apa yang tertera di infokus. Saya tidak tahu siapa-siapa yang bakal lulus sebelumnya kecuali setelah diumumkan. Usai pembacaan, barulah saya menandatangani keputusan penetapan calon siswa brigadir polisi TA 2012. Dari 57 peserta (setelah penjaringan akhir) pria, 44 lulus (ini sesuai ranking) sedang sisanya yang 13 tidak lulus. Sementara dari 6 peserta wanita, 4 lulus 2 tidak. Hasil ini mendapat reaksi beragam dari orang tua siswa dan semua yang hadir.
Saya melihat dengan mata kepala sendiri, banyak orang tua peserta yang hadir menangis dan terisak-isak menyaksikan anak mereka lulus. Saya sempat bertanya-tanya kenapa mereka menangis, kenapa mereka bereaksi sedemikian hebatnya? Belakangan saya tahu, yang menangis itu adalah orang tua casis dengan latar belakang beragam, mulai dari yang bepekerjaan sebagai buruh tani, guru SD, pedagang kecil, penjual ayam potong sampai pengangguran. Lihatlah, ini proses yang sangat hebat, sangat bewarna, sangat… mengharukan. Sampai di sini, saya, Ketua Panda penerimaan calon brigadir Polri TA 2012 Polda Jambi, seketika merasa sangat berterimakasih dengan seluruh tim yang terlibat. Pekerjaan ini harus berlanjut, harus terlaksana lagi di tahun mendatang. Semoga.

Ada yang Percaya, Ada yang Tidak

Proses penerimaan calon brigadir polisi TA 2012 yang dilaksanakan Panda Polda Jambi yang lalu, menyisakan reaksi beragam di kalangan masyarakat Jambi. Beberapa tokoh masyarakat bersuara, mereka berharap tes semacam ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta misalnya. Dia terang-terangan memberi apresiasi dengan apa yang dilakukan Polda Jambi terhadap tes yang lalu. Karena ikut terlibat pada sidang penentuan akhir casis brigadir polisi, Effendi mengaku bangga dan memberi dukungan penuh pada apa yang telah kami kerjakan.
Effendi menilai penerimaan kali ini tak terlihat sistem sogok menyogok dan titip menitip seperti apa yang ia sering dengar sejak dulu. Dia sempat tak percaya, tapi setelah menyaksikan langsung pengumuman kelulusan calon brigadir polisi, dia seketika percaya. Semangat mendukung polisi bersih, begitu saja menyeruak di dadanya.
“Ini sangat transparan. Apalagi pas diranking, semua yang hadir langsung tahu perolehan nilai masing-masing peserta,” tutur Effendi kepada wartawan.
Walau tak melihat secara keseluruhan proses seleksi, namun Effendi yakin, semangat BETAH sudah melekat pada penerimaan kali ini. Atas itu, dia berharap proses semacam ini bisa berlanjut, tak berhenti di tahun ini saja, kalau bisa menular ke daerah-daerah lain. Saking mendukungnya, Effendi ikhlas ponakannya tidak lulus pada penjaringan seleksi yang lalu. Setelah melihat prosesnya, dia percaya, mungkin ponakannya belum punya kemampuan atau belum maksimal selama proses seleksi berlangsung.
Hadri Hasan, Ketua MUI Provinsi Jambi berkata sama. Dia menilai penerimaan calon brigadir polisi tahun ini gaungnya sudah baik. Meski tak melihat langsung, Hadri berkeyakinan niat Polda Jambi sudah lurus. Apalagi tidak ada laporan miring yang masuk ke pihaknya terkait penerimaan calon brigadir tahun ini. “Sistemnya sudah bagus, apalagi kami kan dilibatkan sewaktu sarasehan dan pembahasan seleksi, rekan saya bilang penerimaan kali ini sangat bersih,” tutur Hadri.
Bagaimana respon kawan-kawan media, karena selama ini rekan-rekan medialah yang banyak menampung aspirasi masyarakat dari berbagai lini. Setelah ditanya sana sini, ternyata ada dua persepsi terkait penerimaan calon brigadir polisi tahun ini. Persepsi pertama, ada yang percaya. Persepsi kedua, masih ada yang belum percaya bahwa seleksi kali ini sudah bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Nah? Tampaknya kita harus kerja keras lagi mensosialisasikan kampanye BETAH ini di tahun mendatang, biar semua memberi kepercayaan penuh pada citra polisi. Termasuk kepada kawan-kawan jurnalis.
Paradigma yang melekat tentang penerimaan calon brigadir polisi di pemikiran sebagian kawan-kawan wartawan –khusus persepsi kedua, tidak percaya-, masih pada soal sogok menyogok alias uang pelicin. Wartawan masih percaya bahwa proses seleksi tahun ini tetap ada praktek uang pelicin. Mereka beranggapan panitia daerah hanya mengaburkan praktek kotor itu lewat sistem ketat yang transparan. Loh? Ini menjadi kekhawatiran baru. Jika kalangan jurnalis belum percaya penuh, bagaimana kami, jajaran Polda Jambi bisa berharap bantuan mereka mengkampanyekan polisi BETAH? Baiklah, setidaknya saya tahu inilah PR yang harus kami selesaikan, membuat jurnalis percaya, lalu meminta bantuan jurnalis untuk membuat masyarakat percaya.
Dodo Zaenal Abidin M.Kom, yang bertugas sebagai pengawas eksternal sekaligus IT di Polda, mengatakan tidak menyangka bila institusinya, Stikom DB Jambi, pada 2006 lalu dipercaya Polda untuk ikut serta dalam mengawasi ujian penerimaan anggota Polri. Namun, pengawasan secara canggih dan menggunakan kode rahasia (password) untuk keamanan hasil ujian yang bersih trasnparan, akuntabel dan humasnis (Betah) baru diterapkan tahun lalu.
Tujuannya tidak lain untuk menghindari praktek pencaloan setiap penerimaan anggota polri, sehingga image di masyarakat, kalau mau masuk polisi harus pakai uang, bisa hilang.
Menurutnya, baru kali ini dia melihat langsung penerimaan dan penilaian calon siswa (casis) secara transparan dan bersih dari praktek pencaloan. Dan sepengetahuannya, baru di Polda Jambi diterapkan dengan cara yang praktis, efisien dan tidak banyak membuang waktu.
Metode dengan membuat sembilan digit pasword ini terdiri dari, tiga pasword pengawas dari polda, tiga bid propam dan tiga digit lagi dari pengawas STIKOM. Dengan metode ini, antara satu dengan yang lain tidak mengetahui pasword secara lengkap, jadi akan aman.
Bahkan, sampai saat ini tidak ada yang meminta password. Sebab, jika ada yang mau mengakses komputer penguji, percuma , karena terkunci dan komputer diamankan di tempat khusus. Kecil kemungkinan nilai atau berkas yang masuk ke komputer bisa diubah oleh siapapun.
Bussyafrizal SH, wartawan RRI yang juga pengawas eksternal menilai, dari pengalamannya mejadi pengawas eksternal sejal 2006 lalu hingga tahun 2012 ini, di zaman Kapolda Anang Iskandar inilah perekrutan anggota polri benar-benar bersih transparan akuntabel dan humanis (Betah).
Selain itu, kalau saja ada pihak-pihak tertentu mengatakan atau menjanjikan untuk masuk anggota polri bisa dijamin dengan uang atau katabelece ataupun dengan jabatan seklipun ke tingkat jendral, dia menilai itu adalah bohong besar.
Pasalnya, selama ia mengawasi, dari pendaftaran hingga pengumuman hasil tes, semua diketahui panitia, pengawas, casis dan orang tua casis masing-masing dan semua menggunakan berita acara. Bahkan, semua panitia harus di sumpah langsung oleh kapolda.
Bila dirunut dari awal, soal ujian perekrutan anggota polri, berasal dari Mabes Polri dalam bentuk piringan CD dan dijemput anggota provost Polda Jambi dan masih dalam keadaan disegel dan berada dalam kotak yang terdapat tiga gembok untuk membukanya.
Ketika soal akan diperbanyak, harus diketahui pula oleh orang tua, casis, pengawas dan panitia untuk dicek. Dan sewaktu dinyatakan bersih, CD baru boleh dibuka dengan menggunakan password, untuk selanjutnya dicetak sesuai jumlah peserta casis.
Sementara CD jawaban disimpan di kotak dan tidak boleh diganggu gugat hingga tes selesai. Bila sudah usai mengerjkan soal, hasilnya akan diumumkan hari itu juga dengan menggunakan layar lebar, sehinga casis bila melihat langsung dan mencatat hasil ujiannya sendiri atau kawannya.
Bila, sewaktu-waktu hasil ujiannya berubah, semua casis dan orangtua boleh komplain ke panitia. Jadi kecil sekali peluang untuk curang. Atas dasar ini, tidak ada peluang untuk bisa menjanjikan seseorang untuk masuk menjadi anggota polri dan tertutup cela bagi calo untuk bermain.
Tentang adanya suara sumbang, itu pasti ada terdengar. Menurut hematnya, itu hanya dilakukan oleh oknum-oknum yang menembak diatas kuda. Karena sistem ini sangat rapi, jadi salah siapa jika tergiur dengan iming-iming oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, yang bisa seseorang lulus polri adalah dirinya sendiri dengan cara belajar-belajar, latihan dan selalu menjaga kesehatan.
Komentar-komentar ini, kami harap bisa menjadi pemicu semangat untuk tetap BETAH di tahun depan. Kami yakin, polisi yang bersih, akan ada dan kian eksis di masa mendatang.(*)

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Kepolisian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s