CATATAN KAPOLDA JAMBI BRIGJEND POL ANANG ISKANDAR

Penerimaan Akpol Masih BETAH
Sejak Senin (23/4), Polri membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik
nusantara untuk bergabung sebagai taruna Akpol. Termasuk putra-putri
Jambi. Panitia daerah penerimaan taruna Akpol telah terbentuk, dan
sistemnya sama saja dengan penerimaan bintara di awal tahun ini:
bersih, transparan, akuntable dan humanis atau disingkat dengan BETAH.
Dalam kesempatan ini, saya berharap semua pihak kembali memberi
kepercayaan kepada panitia untuk menjalankan penerimaan secara BETAH.
Dan saya secara pribadi berharap praktek-praktek buruk semacam KKN
selama penerimaan, tidak akan ada lagi di tahun ini.
Cuma, sekedar memberi gambaran, penerimaan taruna Akpol sedikit beda
dengan penerimaan bintara. Jika bintara seluruh sistem dipercayakan
kepada panitia daerah, dalam hal ini saya selaku Kapolda, maka pada
taruna, kami hanya sebatas membantu sebagai pendukung. Ada panitia
pusat yang terlibat dalam penerimaan taruna Akpol.
Tapi jangan takut, kita tetap berusaha menegaskan konsep BETAH ini
selama proses rekrut taruna Akpol. Jadi, peran serta masyarakat dalam
mengawasi pelaksanaan seluruh jenjang tes, sangat kami harapkan. Jika
ada yang bermasalah atau janggal, jangan segan-segan melaporkan kepada
kami.
Kenapa kami melakukan ini? Jawabannya sederhana. Kami, anggota Polri,
merindukan sosok polisi yang benar-benar polisi: bertanggungjawab,
berkarakter, humanis, tegas, jujur dan bersih dari hal-hal yang bisa
merusak tugas seorang penegak hukum. Pertanyaannya, siapa yang tidak
merindukan sosok polisi seperti ini?
Makanya, penerimaan taruna Akpol kali ini merupakan peluang besar
bagi seluruh putra-putri terbaik Jambi. Siapapun dan apapun latar
belakang keluarganya, toh, tak ada salahnya mencoba “berjuang” di
jalur penerimaan taruna Akpol. Yang penting, memenuhi syarat dan
mampu.
Sistem pelaksanaannya hampir sama seperti bintara. Semangatnya juga
persis penerimaan bintara. Tugas kami melaksanakan seleksi awal, lulus tidak
lulusnya ditentukan panitia pusat di Semarang. Meski begitu, kami
tetap akan mendampingi sampai titik akhir tes dengan segala perhatian.

Ide Polisi BETAH , keinginan pimpinan polri

Banyak paradigma buruk yang melekat di masyarakat tentang kinerja polisi.
Mulai dari rekrutmen sampai pelaksanaan tugas,apa-apa menjadi salah di
mata masyarakat karena paradigma itu sudah terlanjur tertanam.
Kita patut prihatin. Dan, kita sudah sepatutnya menyambut langkah-langkah bijak
untuk segera mengurangi, bahkan, kalau bisa menghapus pandangan buruk
terhadap kepolisian negara Republik Indonesia yang tercinta ini.
Konsep BETAH, sudah diterapkan pada penerimaan bintara polisi di
panitia daerah (Panda) Polda Jambi TA 2012 awal tahun ini. Roh seleksi
mengusung cita-cita Polri yang ingin mengembalikan kepercayaan
masyarakat akan tugas mulia polisi. Intinya, ketika pada tahap awal
polisi diterima lewat jalur bersih, transparan, akutantabel dan
humanis, diharap begitu lulus sekolah nanti, dia bisa bertugas sebagai
polisi yang profesional, bermoral dan modern. Dengan fungsi sebagai
pelindung, pengayom, pelayan masyarakat dan memelihara kamtibmas
serta penegak hukum.
Inilah yang saya sampaikan kepada seluruh jajaran Polda Jambi setelah
panitia penerimaan bintara terbentuk. Sukurlah, semua semangat, semua
mendukung, dan semua melaksanakan dengan ketekunan yang patut diberi
apresiasi tertinggi. Atas selesainya tes penerimaan calon brigadir
tahun ini, saya, Kapolda Jambi, mengucapkan banyak terima kasih kepada
seluruh pihak yang terlibat. Keprihatinan saya mulai menurun, saya
agak tenang. Apalagi melihat animo masyarakat yang tinggi akan
langkah-langkah BETAH yang kami usung.
Sebagai gambaran, tahun ini banyak casis brigadir yang berasal dari
keluarga sederhana. Mulai dari orang tuanya tak bepekerjaan, buruh
tani sampai guru SD. Beberapa ada juga dari pedagang, swasta, PNS,
Polri dan pegawai kantoran. Setidaknya, ini membuktikan bahwa
penerimaan kali ini telah menyentuh berbagai kalangan masyarakat.
Cara-cara kotor seperti titip menitip, sogok menyogok, relatif tidak
ada pada penerimaan tahun ini.
Pada tahap sidang penetapan kelulusan calon brigadir, peran saya hanya
membacakan apa yang tertera di infokus. Saya tidak tahu siapa-siapa
yang bakal lulus sebelumnya kecuali setelah diumumkan. Usai pembacaan,
barulah saya menandatangani keputusan penetapan calon siswa brigadir
polisi TA 2012. Dari 57 peserta – setelah penjaringan akhir – pria, 44
lulus – ini sesuai ranking – sedang sisanya yang 13 tidak lulus.
Sementara dari 6 peserta wanita, 4 lulus – 2 tidak. Hasil ini mendapat
reaksi beragam dari orang tua siswa dan semua yang hadir.
Ketika itu saya melihat dengan mata kepala sendiri, banyak orang tua
peserta yang hadir menangis dan terisak-isak menyaksikan anak mereka
lulus. Saya sempat bertanya-tanya kenapa mereka menangis, kenapa
mereka bereaksi sedemikian hebatnya? Belakangan saya tahu, yang
menangis itu adalah orang tua casis dengan latar belakang beragam,
mulai dari yang bepekerjaan sebagai buruh tani, guru SD, pedagang
kecil, penjual ayam potong sampai pengangguran.
Lihatlah, bukankah ini proses yang sangat hebat, sangat berwarna ,
sangat… mengharukan. Sampai di sini, saya, Ketua Panda penerimaan
calon brigadir Polri TA 2012 Polda Jambi, seketika merasa sangat
berterimakasih dengan seluruh tim yang terlibat. Pekerjaan ini harus
berlanjut, harus terlaksana lagi di tahun mendatang. Dan semoga bisa
pula diterapkan pada penerimaan taruna Akpol tahun ini.
Mereka, para brigadir yang kini sedang bersekolah itu, lulus karena
berjuang, mereka berjuang karena peluang, mereka jadi polisi karena
keinginan terdalam dari lubuk hatinya untuk mengabdi kepada
masyarakat, ini mengharukan bukan? Setidaknya, langkah awal memiliki
polisi yang bisa jadi aset negara, telah kita lakukan. Ya, sekali lagi
saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah
melaksanakan tugasnya dengan baik. Penghargaan tertinggi saya berikan
kepada kalian semua. Bagi brigadir yang kini bersekolah, teruslah
berjuang, jadilah polisi yang benar-benar dirindukan dan dibutuhkan
rakyat. Kalian penerus kami, kalian, harapan kami untuk mengembalikan
citra baik polisi di mata masyarakat.

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Kepolisian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s