Pemimpin itu totalitas pengabdian

Surat ke 4 kepada anak dan istriku :
Anak dan istriku Kalau ingin jadi pemimpin harus punya keberanian
untuk berpikir besar , berbuat besar mengambil resiko besar dan pengaruh besar
Jangan menjadi pribadi yg hidup dg safety belt ketat melilit tubuh
seperti orang yg tidak berani membuka pagar dan halaman nya
menutup diri dg tembok tinggi dan canggihnya sistem securiti

Anak dan istriku
Jangan juga kita tampil mempesona seperti tamanan didalam pot
terlindung dari panas , dingin dan berbagai macam penyakit
namun tidak dapat mengayomi dan memberikan manfaat bagi semua
memang ada gunanya yang jelas sedap dipandang mata

Anak dan istriku
Jangan kita bangga dengan menyelesaikan satu persoalan saja
tapi harus mencakup seluruh aspek lain yang menjadi isue sekarang ini
seperti cara kita mengexplorasi dan mengexplotasi lingkungan , beragama ,
berkesenian / berbudaya , berorganisasi sampai berbisnis dan berpolitik
termasuk dalam penegakan hukumnya
secara terus menerus

Jamgan hanya menyentuh permukaan tapi juga kedalamannya
Jangan hanya mengenai yang tampak tapi juga yang tidak nampak
Jangan hanya manguntungkan yang besar tapi juga yang kecil
Jangan hanya berujung pada uang tapi kebutuhan masyarakat

Persoalan memang tali temali , tidak mudah diselesaikan karena
meyangkut kebenaran yang berbeda beda tapi kalau kita tidak takut
kehilangan apa yang kita miliki , berani sederhana , berani memutuskan
atas dasar kebenaran , berani apa adanya , berani melangkah untuk
menyingkirkan rintangan , pasti misi dapat diselesaikan .

Anak dan istriku
Semua persoalan pasti selesai
Semua urusan pasti ada yang menangani
Semua yang ada awalnya pasti ada akhirnya
Semua masa ada orangnya semua orang ada masanya
Semua yang ada ujungnya pasti ada batasnya
Oleh karena itu ngono yo ngono ning ojo ngono

Anak dan istriku
Mengapa kita tidak jujur
Mengapa tidak tenggang rasa
Mengapa kita tidak mandiri
Mengapa iri kalau punya lintasan sendiri sendiri
Mengapa berebut harus jadi pahlawan
Kalau pemimpin itu totalitas pengabdian

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Leadership. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s