Bedah anggaran semangatnya buka bukaan , catatan saya pada awal tahun 2012

Sementara yang lain tertutup dalam hal anggaran, kami malah buka-bukaan soal anggaran di tubuh Polda Jambi tahun 2012. Tak ada yang ditutup-tutupi, transparan, dan semua bisa memantau. LSM, pemerintah daerah, anggota dewan, pokoknya, siapapun dan apapun institusinya, bisa melihat dan memonitor uang rakyat yang dikucurkan ke kas Polda Jambi.
​Awal tahun 2012, saking ingin transparannya anggaran di Polda Jambi, saya mengadakan bedah anggaran di salah satu hotel Kota Jambi. Banyak pihak diundang untuk menjadi peserta. Seperti BPKP, LSM, media, instansi pemerintah dan Ketua DPRD Provinsi Jambi. Simpul-simpul kegiatan beserta anggarannya dipapar secara terang-terangan dalam acara itu. Semangatnya, seluruh personil Polda bisa menjalankan kegiatan apa adanya sesuai yang diprogram, dan semua pihak bisa menjadi pengawas.
Bagi yang belum sempat ikut bedah anggaran kami, saya tak segan-segan memberi gambarannya. Untuk tahun ini, anggaran Polda Jambi senilai Rp 424.695.190.000. Dari anggaran tersebut, 79,26 persen dialokasikan bagi gaji dan belanja pagawai, belanja barang 17,16 persen dan belanja modal pembangunan Mako Polda Jambi sebesar 3,85 persen. Khusus untuk Satker Polda, tertulis anggaran senilai Rp 157 miliar atau 37,20 persen. Sementara, belanja yang diperuntukkan bagi wilayah Polres-Polres 62,80 persen atau sebesar Rp 266 miliar.
Dana tak terduga, seperti giat PMS, ditanggung KPA masing-masing melalui dana dukungan operasi (dukops) atau dana taktis Kapolda. Rincinya, dana taktis Kapolda sebesar Rp 1,2 miliar dan Rp 2,7 miliar untuk masing-masing Polres yang terdiri dari 32 Satker. Dana tersebut, dikeluarkan di luar rencana kegiatan rencana kerja.
Bedah anggaran ini, rencananya akan dilakukan pada setiap tahunnya, dengan evaluasi setiap tri wulannya. Setiap bulan para pengguna anggaran wajib melaporkan realisasi berikut kegiatannya dan perencanaan kegiatan pada bulan berikutnya.
​Bagaimana, sudah cukup terang? Jika masih ada yang ingin tahu secara detail, bisa menanyakan ke bagian anggaran masing-masing Satker Jajaran Polda Jambi. Saya yakin, personil saya akan dengan senang hati membagikan data anggaran Polda Jambi Tahun 2012 kepada Anda. Sebab, tidak ada yang kami tutup-tutupi lagi. Uang rakyat, kembali ke rakyat, dan diperuntukkan bagi sebesar-besarnya keamanan dan ketentraman rakyat.
​Ada beberapa tujuan yang ingin saya tekankan pada acara bedah anggaran itu. Tujuan utamanya proses pembelajaran, baik bagi personil Polda Jambi maupun bagi masyarakat. Dengan adanya bedah anggaran, seluruh pihak jadi tahu apa-apa yang dikerjakan Polisi, sehingga semua bisa saling mengawasi. Bahkan, masyarakat diberi peluang mengontrol ke dalam tubuh Polda Jambi.
Tujuan lain, untuk mengetahui program-program apa yang tidak bisa dilakukan Satker. Bagi program-program yang tidak bisa dilakukan, tidak realistis, bisa langsung direvisi. Tidak realistis seperti programnya 10 sedang personilnya 6, ini artinya program rawan tidak berjalan, makanya perlu direvisi dengan dasar kurangnya personil Satker.
Sasaran saya berikutnya, dengan adanya bedah anggaran, maka praktek-praktek manipulasi anggaran diharapkan bisa berkurang. Seperti mark up, fiktif dan semacamnya. Polisi ditekankan semangat menggunakan anggaran hanya untuk kepentingan pemolisian. Tidak boleh untuk yang lain.
Selain itu, dengan adanya bedah anggaran, personil bisa diajari kemampuan ngempet (menahan diri). Personil jadi tahu bagaimana menggunakan anggaran untuk kepentingan tugas dan tidak melakukan hal lain selain tercantum dalam program. Sebab, anggaran adalah jantungnya kegiatan. Jika bermasalah, otomatis seluruh kegiatan akan bermasalah juga.
Di sinilah tugas saya sebagai Kapolda, mengontrol seluruh kegiatan di Polres-Polres dan Polsek-Polsek agar sesuai anggaran dan bisa dipertanggungjawabkan. Prinsipnya, di bawah tidak akan berjalan kalau tidak ada anggaran. Itu sebabnya ada papan anggaran 32 Satker di ruang kerja saya, biar saya lebih mudah mengawasinya.
​Semangat bedah anggaran adalah transparansi. Idenya, selama ini saya merasa banyak polisi yang belum ngerti membaca anggarannya dan bagaimana mempertanggungjawabkannya. Yang bisa hanya orang-orang tertentu, misalnya bendahara satuan di tiap Satker. Selebihnya belum bisa. Itu sebabnya perlu ada bedah anggaran, supaya semua personil bisa membaca anggaran dengan lancar, sehingga bisa pula melaksanakan program-program dengan terkendali. Ini keuntungan yang sangat besar bagi internal di jajaran Polda Jambi.
​Jadi, Satker-Satker tidak akan sulit melakukan kegiatan masing-masing karena uangnya sudah ada dan programnya sudah ada. Tinggal mempertanggung- jawabkan tanpa prosedur panjang lagi. Dalam artian, tidak perlu lagi apa-apa harus melapor ke Kapolda. Seperti gaji, pemeliharaan infrastruktur dan semacamnya, tidak perlu lapor, hanya berupa pemberitahuan saja. Nah, kalau program-program simpul prestasi semisal FGD, dukungan operasi, supervisi dan pelatihan, baru wajib lapor ke Kapolda. Dengan begini, rentang birokrasi diringkas sehingga efektifitas waktu bisa ditingkatkan.
​Dengan adanya bedah anggaran ini, timbul pertanyaan, kagetkah personil di tubuh jajaran Polda Jambi? Ya, saya yakin kaget. Tapi saya yakin kekagetan itu karena faktor ketidakbiasaan belaka. Kalau sudah biasa, kan tak perlu kaget lagi. Toh tujuannya sangat banyak dengan beragam manfaat, jadi tak perlu takut untuk menutup-nutupi anggaran.
​Bedah anggaran ini saya anggap sebagai awal dari keterbukaan atau transparansi di tubuh Polda Jambi. Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Termasuk informasi publik.
​Yah, soal keterbukaan informasi publik (KIP), jajaran saya termasuk seluruh Satker telah mempraktekkannya . Apa-apa hasil operasi polisi, langsung dibeberkan kepada masyarakat lewat media massa.
​Media massa, kini memegang peranan penting sebagai penyampai success story polisi. Mulai dari FGD sampai PMS, semua dibeberkan secara terang-terangan dan apa adanya. Biar masyarakat tahu, dan biar masyarakat bisa mengawasi tindaklanjut penyelesaian kasus per kasus di tiap Satker. Pemolisian masyarakat, inilah semangatnya.
​Saat ini polisi sedang berupaya membaur secara aktif di tengah masyarakat, dan masyarakat diharapkan bisa berpikiran dan bertindak seperti polisi. Makanya, ini disebut pemolisian masyarakat. Jadi, mohon dukung saya, dukung seluruh gerakan kami yang insyaallah positif

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s