Surat ke 4 kepada anak dan istriku

Anak dan istriku temukan ketaatan di Kawah Candra Dimuka,
aplikasikan dalam kehidupan sehari hari

Ramadhan bulan yang memiliki predikat sebagai bulan penuh rahmat telah berlalu , dan
tidak pernah berulang walau pun ramadhan lain akan datang , beruntung mereka yang telah memanfaatkan dengan serius dengan mengisi berbagai ibadah , amal sholeh , melakukan
langkah menuju dunia yang lebih baik
” Demi masa , sesungguhnya manusia selalu dalam keadaan merugi , kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling menasehati tentang kebenaran dan saling menasehati tentang kesabaran ” , (QS:103)
Beriman itu seperti apa
Beramal sholeh itu kayak apa
Kebenaran itu seperti apa
Kesabaran itu juga kayak apa
Rabalah diri kita masing masing sambil menjawab pertanyaan tersebut.

Anak dan istriku
Karena ketidakyakinan terhadap keimanan , amal sholeh , kebenaran dan kesabaran yang ditamankan didada setiap individu anak cucu adam maka kita mendapatkan fakta fakta ” Seakan akan ketaatan anak cucu adam kepada hukum , norma perilaku , konsep kebenaran dan kesabaran cenderung melemah” . Amati sekeliling kita , kita akan dengan mudah menemukan maraknya kejahatan, banyak nya peredaran narkoba , tawuran dan amuk masa dan merebaknya masalah korupsi .

Anak dan istriku
Secara tekstual kehadiran Al Quran bermisi Rahmatan Lil’Alamin sebagai mana firman Allah : Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqon ( Al Quran ) kepada hamba Nya , agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam ( QS :25:1 ).
Selain itu misi kita di alam ini adalah menyeru kepada kebaikan , menyuruh yang makruf dan mencegah dari yang mungkar sebagaimana firman Nya
1. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia , menyuruh pada yang mak’ruf dan mencegah dari yang mungkar ( QS : 3:110)
2.Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar , merekalah orang orang yang beruntung ( QS : 3: 104 )
Ini mengingatkan pada kita bahwa membangun manusia itu atas dasar langkah langkah pencegahan dan pembinaan masarakat , kita juga menemukan jargon yang sangat terkenal yaitu pencegahan lebih baik dari penyembuhan atau prevention better than cure .

Anak dan istriku
Lalu bagaimana aplikasi dalam dalam kehidupan kita , yang jelas kita banyak berpaling . Para pengambil keputusan lebih senang menggambil langkah penindakan dari pada pencegahan maupun pembinaan masarakat , para pengambil keputusan kurang sabar mereka menghambur enerji untuk mengejar hasil bahkah mereka senang menerabas untuk segera mendapatkan hasil , ini tidak salah , asalkan tidak menganaktirikan pada menyeru pada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar . Mestinya kita membangun manusia dengan dengan model mengutamakan pencegahan dan pembinaan melalui proses belajar , yang muda bisa belajar dirumah dan disekolah , yang lain bisa belajar secara learning by doing atau leaning by experience ataupun outward bound prinsipnya belajar model apa saja , agar kita tidak ketingalan pengetahuan , ketrampilan , perilaku serta belajar hidup bersama dalam komunitas yang heterogen .

Anak dan istriku
Namun belajar saja agar menjadi pandai dan profesional tidaklah cukup , perlu puasa untuk menahan nafsu , yang dilatih adalah jiwa atau kalbu . Nafsu mencakup keinginan diri atau ego dari hal hal yang bisa merusak . Kemampuan menahan nafsu atau kemampuan ngempet dalam praktek kehidupan sehari hari ini yang tidak sehebat seperti yang diharapkan , meskipun kita sudah lulus candradimuka pada bulan ramadhan , kita masih sering gagal dalam praktek kehidupan ini karena kita tidak menemukan sendiri nilai utama yang penting dari puasa kita yaitu ketaatan pada praktek kehidupan dunia yang bermuara pada kehidupan acherat , mestinya kita menemukan semangat ini pada bulan ramadhan untuk kita pakai dalam menjalani kehidupan sehari hari .

Anak dan istriku
Ketaatan yang kita bangun adalah ketaatan yang didasarkan pada Keilahian yang dalam bahasa psikologi disebut inner locus of control yaitu jiwa seseorang yang meletakan kontrol Allah atas niat , itikat dan amalnya .
Itu sebabnya saya selalu menyampaikan bahwa yang dievaluasi tidak hanya hasil tapi proses , hasil dan dampaknya harus benar bagi proses pembelajaran masarakat . Oleh karena itu kita jangan bangga dengan mengedepankan hasil saja , angka angka saja , tapi prosesnya harus benar dampaknya juga bagus bagi pengembangan diri dan masarakat .

Anak dan istriku
Kalau kita tidak memiliki kemampuan ngempet sebagai jimat /senjata panungkas atau kemampuan menahan nafsu dalam kehidupan sehari hari tentu yang berkuasa atas diri kita adalah nafsu dan celakanya ” Nafsu itu sesungguhnya selalu menyuruh pada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh tuhan ku ” , demikian uangkap Nabi Yusup yang diabadikan dalam Al quran ( 12:3 ). Tentu kita akan dengan mudah dapat memprediksi kemana arah orang yang tidak punya kemampuan ngempet itu berjalan .
Pertanyaannya kalau masing masing individu dapat membangun ketaatan punya kemampuan ngempet, menyuruh pada yang mak’ruf dan mencegah dari yang mungkar , dapatkah merobah keadaan bangsa ini ?
Kalau kita mengacu pada surat Ar – rad ayat 11 : ” Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan suatu kaum ( masarakat, bangsa ) sehingga mereka sendiri merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “. ( QS 13 : 11 )
Kalau ini terjadi kita juga mendapat jaminan dari Allah yang tersirat dalam firmannya : ” jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi ” . ( QS 7:96 ) .

Anak dan istriku
Dari uraian tersebut kita secara individu dituntut untuk punya kemampuan , ketrampilan , perilaku dan toleransi hidup bersama dalam komunitas yang heterogen serta punya pemimpin yang punya visi dan menerapkan semangat prevention better than cure . Kombinasi antara pemimpin dan yang dipimpin yang demikian yang dapat mendatangkan berkah bagi bangsa ini sehingga kita mampu mewujudkan masarakat adil, makmur dan sejahtera, baldatun toyyibatun wa robbun ghofur.

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Inspirasi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Surat ke 4 kepada anak dan istriku

  1. yoga putra ps says:

    mhn ijin sangat inspiratif….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s