LAPORAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PADA ACARA HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL TANGGAL 24 JUNI 2013

 

YANG TERHORMAT :

–         PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BESERTA IBU NEGARA Hj. ANI BAMBANG YUDHOYONO.

YANG KAMI HORMATI :

–         KETUA DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA.

–         KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA.

–         KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA.

–         KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA.

YANG MULIA :

–         PARA DUTA BESAR NEGARA SAHABAT

YANG KAMI HORMATI :

–         PARA MENTERI KABINET INDONESIA BERSATU.

–         PANGLIMA TNI.

–         KAPOLRI.

–         PARA PIMPINAN LEMBAGA PEMERINTAH NON KEMENTERIAN.

–         GUBERNUR DKI JAKARTA.

–         PARA UNDANGAN LAINNYA YANG SAYA HORMATI.

ASSALAMU’ALAIKUMWARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA.

PUJI SYUKUR KITA PANJATKAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA,   ATAS SEGALA RAHMAT DAN HIDAYAHNYA PADA HARI INI KITA DAPAT BERKUMPUL BERSAMA,   UNTUK MENGHADIRI ACARA PERINGATAN HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL,   TAHUN 2013, YANG SETIAP TAHUNNYA DIPERINGATI SEBAGAI BENTUK KEPRIHATINAN BANGSA – BANGSA DI DUNIA TERHADAP PERMASALAHAN NARKOBA.

PADA MOMENTUM YANG BAIK INI,  IJINKAN KAMI MELAPORKAN KEPADA BAPAK PRESIDEN MENGENAI PERMASALAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA YANG MENJADI PERHATIAN DUNIA,   PERHATIAN TERSEBUT DIKARENAKAN ADANYA KECENDERUNGAN TERJADI PENINGKATAN JUMLAH PECANDU, PENYALAH GUNA DAN KORBAN PENYALAH GUNA NARKOBA.

DISISI LAIN,  BERKEMBANG JUGA,  PEREDARAN NARKOTIKA YANG DIKENDALIKAN OLEH JARINGAN SINDIKAT NARKOBA YANG CUKUP BESAR DAN TERSEBAR DI SELURUH DUNIA.

MENURUT “WORLD DRUG REPORT TAHUN 2012” YANG DITERBITKAN OLEH UNODC, ORGANISASI DUNIA YANG MENANGANI MASALAH NARKOBA DAN KRIMINAL,   DIPERKIRAKAN TERDAPAT 300 JUTA ORANG YANG BERUSIA PRODUKTIF,   ANTARA 15 SAMPAI DENGAN 64 TAHUN YANG MENGKONSUMSI NARKOBA, DAN KURANG LEBIH 200 JUTA ORANG MENINGGAL DUNIA SETIAP TAHUNNYA,   AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA.

 SAAT INI DI DUNIA JUGA TELAH TERIDENTIFIKASI NARKOBA JENIS BARU, BAIK ALAMI MAUPUN SINTETIS YANG DISEBUT DENGAN ZAT PSIKOAKTIF BARU ATAU NEW PSYCHOACTIVE SUBSTANCES,  YANG JUMLAHNYA MENCAPAI 251 MACAM ZAT,  ZAT BARU INI BELUM TERJANGKAU OLEH ATURAN HUKUM YANG BERLAKU DI SETIAP NEGARA.

BAPAK PRESIDEN, PARA HADIRIN YANG SAYA HORMATI,

SAAT INI BANGSA INDONESIA JUGA DIHADAPKAN PADA PERMASALAHAN NARKOBA YANG CUKUP MEMPRIHATINKAN,   HASIL SURVEI NASIONAL TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA TAHUN 2011,   DIPERKIRAKAN PREVALENSI PENGGUNA NARKOBA,  SEBESAR 2,2 PERSEN, ATAU DENGAN KATA LAIN, DAPAT DIKATAKAN BAHWA TERDAPAT 4 JUTA PENDUDUK INDONESIA SEBAGAI PENYALAH GUNA NARKOBA.

 PERMASALAHAN TERSEBUT BERBANDING TERBALIK DENGAN MINIMNYA PARA PENYALAH GUNA NARKOBA YANG MENDAPAT PERAWATAN PADA TEMPAT – TEMPAT REHABILITASI,  SERTA TERBATASANYA FASILITAS REHABILITASI BAIK MEDIS MAUPUN SOSIAL YANG ADA DISELURUH INDONESIA.

PEMERINTAH DAN MASYARAKAT SAAT INI HANYA MEMILIKI BEBERAPA TEMPAT REHABILITASI YANG JUMLAHNYA SANGAT MINIM APABILA DIBANDINGKAN DENGAN JUMLAH PENYALAH GUNA NARKOBA DI INDONESIA.

DARI 4 JUTA PENYALAH GUNA NARKOBA 18.000 YANG MENDAPATKAN LAYANAN TERAPI MEDIS DAN SOSIAL.

PENGGUNA NARKOBA MASIH DIANGGAP SEBAGAI PELAKU TINDAK KRIMINAL, UMUMNYA MEREKA TIDAK MENDAPATKAN REHABILITASI.

SECARA GARIS BESAR MEREKA YANG TERTANGKAP OLEH APARAT PENEGAK HUKUM MENDAPAT HUKUMAN PENJARA, TIDAK DITEMPATKAN DI TEMPAT REHABILITASI, SEHINGGA JUMLAH PENYALAH GUNA NARKOBA TIDAK BERKURANG, AKIBAT LEBIH JAUH PENJARA MENJADI TEMPAT BERKUMPULNYA PENGGUNA NARKOBA, DAN KONSEKUENSI LOGISNYA PENJARA MENJADI SASARAN PEREDARAN NARKOBA.

BAPAK PRESIDEN DAN HADIRIN YANG SAYA HORMATI,

 

DALAM RANGKA MENINDAK LANJUTI INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 12 TAHUN 2011, TENTANG KEBIJAKAN DAN STRATEGI NASIONAL DI BIDANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA TAHUN 2011–2015, MENUJU INDONESIA NEGERI BEBAS NARKOBA, DIMANA SUBSTANSINYA MENDORONG SELURUH KEMENTERIAN, LEMBAGA PEMERINTAH NON KEMENTERIAN, GUBERNUR, BUPATI, WALIKOTA, DAN DUNIA USAHA SERTA MASYARAKAT UNTUK MELAKUKAN UPAYA PENCEGAHAN, REHABILITASI PECANDU NARKOTIKA DAN MEMBANTU PEMBERANTASAN PRODUSEN SERTA PEREDARAN GELAP NARKOBA,  KAMI TELAH MELAKUKAN EVALUASI KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN PADA AKHIR TAHUN 2012, DIPEROLEH GAMBARAN BAHWA UPAYA TERSEBUT BELUM SECARA MAKSIMAL DILAKSANAKAN. HAL TERSEBUT DISEBABKAN BELUM MASUKNYA JAKSTRANAS P4GN DALAM RPJMN 2010-2014.

 

BAPAK PRESIDEN DAN HADIRIN YANG SAYA HORMATI,

 

DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA KEPADA MASYARAKAT KHUSUSNYA PELAJAR DAN MAHASISWA AGAR MEMPUNYAI KEYAKINAN, KEMAMPUAN DAN KETRAMPILAN UNTUK MENOLAK NARKOBA, KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN, KEMENTRIAN PEMUDA DAN OLAH RAGA, KEMENTRIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK, BADAN NARKOTIKA NASIONAL SERTA KALANGAN MEDIA TELAH MELAKUKAN KERJASAMA OPERASIONAL DALAM RANGKA MENGIMUNISASI GENERASI MUDA DARI PEGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA MENGINGAT,  22 PERSEN ATAU SEKITAR 880 RIBU PENYALAH GUNA NARKOBA ADALAH PELAJAR DAN MAHASISWA.

DALAM UPAYA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT, BNN DAN KEMENTRIAN DALAM NEGERI SERTA DUNIA USAHA TELAH MENDORONG DAN MEMFASILITASI KELOMPOK MASYARAKAT, LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT, DAN KOMPONEN MASYARAKAT LAINNYA UNTUK TURUT SERTA MELAKUKAN PENCEGAHAN DAN MEREHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LINGKUNGANNYA MASING – MASING.

SELANJUTNYA DILAPORKAN KEPADA BAPAK PRESIDEN BAHWA DEPENALISASI DAN DEKRIMINALISASI TERHADAP PENYALAH GUNA NARKOBA SEBAGAIMANA DIATUR DI DALAM UNDANG – UNDANG NARKOTIKA NOMOR 35 TAHUN 2009, YANG MERUPAKAN KERANGKA UNTUK MENURUNKAN PREVALENSI PENYALAH GUNA NARKOBA SECARA SUKARELA MAUPUN DIPAKSA OLEH UNDANG – UNDANG,  BELUM BERJALAN SECARA MAKSIMAL, DIKARENAKAN DIBUTUHKAN PERUBAHAN PARADIGMA BAHWA PENYALAH GUNA NARKOBA HARUS DIREHABILITASI.  

BAPAK PRESIDEN YANG SAYA HORMATI, DALAM MELAKUKAN PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PRODUSEN DAN JARINGAN PEREDARAN GELAP NARKOBA, KAMI TELAH MELAKUKAN UPAYA KHUSUSNYA DALAM MEMUTUS JARINGAN MELALUI KERJASAMA INTERNASIONAL BAIK BILATRAL MAUPUN MULTILATERAL DENGAN BEBERAPA NEGARA DI DUNIA SERTA ORGANISASI – ORGANISASI INTERNASIONAL UNTUK MENCEGAH MASUKNYA BARANG – BARANG HARAM TERSEBUT KE INDONESIA.

 DALAM UPAYA PENGUNGKAPAN JARINGAN PEREDARAN GELAP NARKOBA TERSEBUT,  KAMI JUGA TELAH MENINGKATKAN KERJASAMA DENGAN KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA, KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM, KEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI, DIRJEN BEA DAN CUKAI, BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, PPATK, BADAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN, TNI ANGKATAN LAUT, BAKORKAMLA, PT. ANGKASA PURA, SERTA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORIS, DALAM RANGKA PENGUNGKAPAN JARINGAN PEREDARAN GELAP NARKOBA.

MESKIPUN TELAH DILAKUKAN PENGUNGKAPAN TERHADAP PRODUSEN DAN JARINGAN PEREDARAN GELAP NARKOBA SECARA MASIV DENGAN JUMLAH TERSANGKA DAN JUMLAH BARANG BUKTI YANG DISITA CUKUP BESAR, TETAPI MASIH RELATIF SEDIKIT DIBANDINGKAN YANG BEREDAR, KARENA KEBUTUHAN KONSUMEN NARKOBA SUDAH TERLANJUR CUKUP BESAR.

AKHIRNYA DENGAN SEGALA HORMAT KAMI MOHON BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA BERKENAN UNTUK MEMBERIKAN SAMBUTAN DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL TAHUN 2013, YANG MERUPAKAN REFLEKSI KEPRIHATINAN KITA BERSAMA TERHADAP PERMASALAHAN NARKOBA SAAT INI.

SEKIAN  DAN TERIMA KASIH.

WASSALLAMUALAIKUMWARAHMATULLAHI WABARAKATUH.

 

Ini adalah laporan saya kepada Presiden RI pada saat peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2013, tgl 24 Juni kemarin

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s