KEBIJAKAN GLOBAL MELAWAN KEJAHATAN NARKOTIKA

bulletin_1966-01-01_1_page002_img005_largeKebijakan global terkait perlawanan terhadap kejahatan narkotika dimulai dengan adanya Konvensi Opium di Den Haag Belanda tahun 1912. Konvensi ini dilatarbelakangi adanya perdebatan yang melibatkan Belanda dan Amerika. Pihak Amerika bersama beberapa negara Eropa lainnya menentang keras legalisasi penjualan Opium untuk pembiayaan Perang Dunia I. Sementara Belanda menganggap Opium masih diperlukan sebagai sumber pembiayaan Perang Dunia I tanpa memperhatikan aspek kesehatan. Akhirnya, pada tanggal 23 Januari 1912 digelar Konvensi Opium Internasional di Den Haag Belanda. Dalam Konvensi ini Belanda menyatakan bahwa “Jika Anda tidak bisa mengalahkan, maka bergabunglah”. Hal ini didasari atas kenyataan bahwa finansial sangat berperan penting dalam Perang Dunia I. Sejarah mencatat bahwa hasil penjualan Opium merupakan bisnis besar yang dijual pada kedua kubu yang saling bertikai selama Perang Dunia I. Konvensi ini ditanda tangani 12 Negara yang melakukan pengaturan penjualan terhadap 4 (empat) jenis narkotika, yaitu: Opium, Heroin, Morfin, dan Kokain, dan tidak melarangnya. Dalam aturan tersebut juga tidak mencantumkan pengaturan narkotika sintetis. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi kepentingan ekonomi Belanda yang bekerja sama densingle-convention-on-narcotic-drugs-1961-1-638gan industri farmasi Jerman. Sejak adanya Konvensi ini, Amerika dan Belanda selalu saling bertentangan.

Pelarangan mengkonsumsi narkotika dimulai sejak dikeluarkannya Single Convention Narcotics 1961. Amerika mempelopori kebijakan pelarangan tegas penyalahgunaan narkotika. Konvensi ini memaksa setiap negara anggota mengkriminalisasikan pelaku tindak penyalahgunaan narkotika. Dalam sidang PBB di New York 30 Maret 1961 dikeluarkan Single Convention Narcotic Drugs 1961 yang menghasilkan daftar narkotika yang termasuk dalam pengawasan Internasional (Schedule 1961). Setiap Negara anggota harus melaporkan penggunaan bahan-bahan narkotika tersebut secara berkala kepada International Narcotics Control Board (INCB). Dalam konvensi tersebut mengelompokkan narkotika menjadi 4 (empat) daftar golongan. Sementara tentang perawatan penyalah guna narkotika belum diatur. Sebab pada periode ini baru saja dimulai pelarangan keras terhadap penyalahgunaan narkotika yang dipelopori Amerika dan beberapa negara Eropa lainnya.

Pada tanggal 21 Februari 1971 dalam Single Convention on Psychotrophics Substance Vienna Tahun 1971 pembahasan akan arti penting rehabilitasi mulai dilakukan. Dalam konvensi tersebut mulai mempelopori kebijakan pelarangan penyalahgunaan psikotropika yang menghasilkan daftar psikotropika ke dalam 4 (empat) golongan yang masuk dalam pengawasan internasional (Schedule 1971). Dalam konvensi ini mulai muncul pengecualian hukuman terhadap penyalah guna psikotropika, yakni mengganti hukuman penjara menjadi perawatan, pendidikan, after-care maupun re-integrasi sosial.

Pada tahun 1972 dilakukan amandemen terhadap The Single Convention Narcotic Drugs 1961 Geneva dengan Protokol 1972. Protokol tersebut ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1972 yang menekankan perlunya perawatan dan rehabilitasi terhadap pecandu narkotika. Protokol tersebut juga menambahkan poin mengenai perawatan, pendidikan, after-care maupun re-integrasi sosial sebagai pengganti hukuman terhadap pecandu Narkotika.

Pada tanggal 19 Desember 1988, pada United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances 1988 Vienna dibahas mengenai perlawanan keras terhadap peredaran gelap narkotika dan psikotropika. Konvensi tersebut menekankan langkah-langkah menyeluruh dalam melawan peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh organisasi kriminal termasuk pencucian uangnya serta pengawasan bahan prekursor. Konvensi ini juga menyediakan dasar hukum ekstradisi untuk kasus yang berkaitan dengan narkotika bagi negara yang belum memiliki perjanjian ekstradisi dan menekankan bagi negara anggota untuk saling

memberikan bantuan hukum satu sama lainnya dalam memenuhi permintaan yang bertujuan untuk pencarian, penyitaan, maupun pelayanan dokumen yuridis. Konvensi tersebut juga menekankan perawatan, pendidikan, after care serta re-integrasi sosial sebagai pengganti hukuman terhadap penyalah guna dan mengelompokan prekursor ke dalam 2 (dua) daftar golongan.

Pada tahun 1988, dalam sesi khusus sidang majelis umum PBB dikeluarkanlah Political Declaration On Countering The World Drug Problem 1998 mengenai asas- asas demand reduction narkotika serta langkah-langkah peningkatan kerjasama internasional untuk menanggulangi permasalahan peredaran gelap narkotika dunia. Pada tanggal 8-10 Juni 1998, sesi spesial Majelis Umum dalam rangka mengatasi permasalahan narkotika di dunia menghasilkan sebuah deklarasi politik yang menekankan mengatasi permasalahan narkotika yang terjadi secara global.

Salah satu aksi yang dihasilkan dalam deklarasi ini memfokuskan pentingnya demand reduction yakni program-program pencegahan yang ditujukan kepada kelompok beresiko seperti anak-anak muda. Deklarasi

ini juga menekankan kepada Pemerintah untuk menyediakan perawatan, pendidikan, after care dan re- integrasi sosial sebagai pengganti hukuman dalam rangka mendorong Penyalah guna Narkotika supaya dapat kembali normal dalam lingkungan sosialnya.

Mr._Michel_Perron_at_the_HLSPada sidang Commission on Narcotic Drugs (CND) di Wina pada tanggal 11-12 Maret 2009 menghasilkan Political Declaration and Plan of Action of 2009 yang memuat deklarasi politik dan rencana aksi mengenai kerjasama internasional dalam rangka strategi yang seimbang dan menyeluruh untuk mengatasi permasalahan narkotika di dunia. Deklarasi politik ini mendasari adanya keseimbangan langkah demand reduction dan supply reduction. Keseimbangan langkah inilah yang dijadikan dasar oleh Negara-negara peserta sidang dalam mengatasi permasalahan narkotika dengan penekanan akan pentingnya upaya pencegahan dan perawatan terhadap penyalah guna narkotika.

About anangiskandar

sabar itu indah sabar itu tanpa batas sabar itu jimat menghadapi ujian dunia sabar itu mata hati dalam menjalani kehidupan
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s